Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Akibat Nggak Bisa Baca Google Maps!

Akibat Nggak Bisa Baca Google Maps!



 

Haaai gaes!

Siapa di sini yang nggak bisa baca Google Maps? Wkwk. Biasanya, yang susah baca Google Maps adalah kaum hawa, alias cewek-cewek. Gegara nggak bisa baca Google Maps, jadinya nyasar.⁣ Gegara salah nanya orang, jadinya nyasar. ⁣

Emang ya, kalo mau bisa sampai tujuan harus pelajari bener-bener petunjuknya. Harus nanya ke orang yang tepat juga.⁣ Nah, jangan sampai nih kalian nyasar-nyasar kayak gue kemarin wkwk.


Cerita nyasarnya gini~

Jadi tuh, kemarin gue sama teman-teman kondangan. Lokasinya lumayan han kita semua belum pernah ada yang ke daerah sana. Akhirnya, kita set up rute di Google Maps sebagai petunjuk menuju lokasi tujuan.


Awalnya sih lancar ya, karena masih di jalan besar. Pas udah masuk ke jalan kecil nih, jalur yang biasanya warna biru berubah jadi titik-titik warna abu-abu. Terus, kita jadi bingung kan harus lewat mana. Eh, akhirnya nyasar wkwk.


Kalian pernah gitu nggak gaes? 


Yak, karena udah capek muter-muter, alhasil kita sepakat buat tanya aja deh ke orang sekitar. Tanya ke Kang Bengkel, tanya Ibu Warung, tanya siapa aja deh, seketemunya di jalan. Eh, ternyata ya, jawaban dari bapak ibu yang kita tanya malah bikin jauh dong dari lokasi. Wadidaw. 


Alhamdulillah, seratus  meter menuju lokasi ada Pak Satpam komplek yang bantu kita baca rute Google Maps dan nunjukkin arah yang benar menuju lokasi. Senang banget asli.


Di sini, gue jadi mikir. Ternyata ada pelajaran yang bisa diambil:

  1. Nggak bisa baca Google Maps itu bisa bikin kita nyasar, buang-buang waktu, kepanasan dan capek di jalan.

  2. Nanya rute ke orang yang nggak tepat bisa bikin kita jauh dari tujuan.


Relate dengan kehidupan kita

Gaes, kita sering dengar ya, kalau hidup kita di dunia itu ibarat musafir, alias orang yang dalam perjalanan dan akhirat adalah lokasi tujuan akhir kita.


Coba deh bayangin kalau selama perjalanan kita di dunia kita nggak bisa baca dan nggak bisa memahami Al-Qur’an -- Padahal, Al-Qur’an adalah guidance of life, apa yang akan terjadi?


Yap, betul tersesat di dunia dan sengsara di akhirat.


Kalau kita tanya “Gimana sih cara hidup yang benar?” ke orang yang nggak tepat atau kita coba menjawab sendiri tanpa ada tambahan petunjuk, apa yang akar terjadi?


Benar banget. Kemungkinan kita akan tersesat juga. Menjalani hidup nggak jelas dan  nggak ada tujuannya. Kalau nanya sama orang yang nggak tepat, ya jawabannya bikin kita salah jalan juga.


Padahal, dalam Al-Qur’an Allah sebagai Sang Pencipta yang menciptakan kita udah kasih tahu dengan jelas soal tujuan hidup kita di dunia dan gimana caranya sampai ke akhirat dengan selamat.


Yaa, meskipun nggak sedikit juga dari kita yang coba-coba memahami isi Al-Qur’an sendiri atau menafsirkannya sendiri. Faktanya, memahami Al-Qur’an itu butuh ilmu. Kita butuh bimbingan dari guru, ustadz, musyrif, karena kita nggak bisa belajar sendiri. Nanti jadinya salah memahami.


Yuk, kita cari guru yang bisa membimbing kita memahami Al-Qur’an, petunjuk yang udah Allah berikan untuk menjalani rute kehidupan dengan benar, agar sampai ke lokasi tujuan. Kita bisa cari beliau-beliau di Komunitas HIjrah atau di masjid-masjid. Terakhir, usahakan belajar yang ketemu langsung ya. Bukan sekadar via YouTube atau Instagram aja. 


Oke, gitu ajaa ceritanyaa. Mudah-mudahan ada manfaat yang bisa diambil ya gaes.

Jangan pernah pergi tanpa peta. Kalau belum bisa baca petanya, tanya ke orang yang tepat.


--- 

Photo by William Hook on Unsplash


5 Tips Ini Bikin Kamu Sukses Hijrah Istiqomah!

5 Tips Ini Bikin Kamu Sukses Hijrah Istiqomah!

 




Emang kenapa harus hijrah?

Manusia itu fitrahnya menyukai kebaikan dan selalu suka dengan hal-hal baik. Jadi, hijrah adalah sebuah proses memperbaiki diri yang bukan seumur hidup cuma sekali, tapi prosesnya continue sampai mati.


Pasti kita pernah ada di satu titik, dimana hati kita bisa merasakan sesuatu yang nggak beres. Sesuatu yang nggak baik dari sebuah perbuatan. Padahal, kita juga nggak tau kenapa. Tapi, hati kita seakan bilang “kayaknya ini salah deh”, “rasanya nggak seharusnya begini!”. Seperti ada sebuah sinyal yang bikin hati nggak tenang.


CONGRATS!

Alhamdulillah, sinyal itu tanda sayangnya Allah ke kita. Dia mau kita jadi lebih baik dari sebelumnya, biar nggak terpeleset atau tersandung. Kan sakit ya~ hehe. Alias, biar kita segera hijrah. Pindah dari titik yang nggak baik, menuju ke titik yang lebih baik.


Tapi, bentar. Sebelum memutuskan untuk hijrah, ada 5 tips penting hijrah yang harus kita tau. Karena, 5 tips ini akan menjadi penentu kesuksesan dari hijrah kita gaes! Apa aja tips hijrahnya? Here we go~


  1. Niat ikhlas hanya karena Allah

Di antara kita, mungkin ada yang ingin jadi lebih baik karena ada orang yang disukai atau karena banyak teman-teman kita yang berubah jadi lebih baik, terus kita mau ikutan.


Tapi, gaes. Ada satu hal yang perlu kita tau. Setelah kita memutuskan untuk berubah, mungkin dunia kita nggak pernah sama. Allah pasti akan kasih kita surprises and challenges yang bikin kita harus struggling. Nah, ada satu hak yang in syaa Allah jadi penguat kita agar stay strong and tough saat hijrah, yaitu Allah. So, pastikan niat hijrah kita hanya karena Allah semata.


  1. Belajar Islam secara intensif

Nah, ini satu hal yang sering banget kita lupa! Kadang, karena terlalu curious, semua kajian bisa kita babat abis dalam satu waktu, non stop! Tapi, abis itu berhenti wkwk. Yang kayak gini sebenarnya kurang tepat ya gaes.


Belajar itu bukan cuma sekali dua kali, tapi terus-menerus selama kita hidup. Karena agar dapat menjalani hidup sesuai yang Allah mau, kita butuh ilmu-Nya. Kalo gue boleh saran sama kalian nih gaes, coba cari komunitas atau tempat belajar Islam yang mengajak kita belajar Islam secara komprehensif, utuh menyeluruh. Mulai dari basic (benar-benar dasar banget), sampai advance. Belajar Islam dari akar sampai ke daun. Ada kurikulumnya gitu laah, yang dibahas apa aja.


Oiya, ada kelas yang gue rekomendasikan banget kalian buat ikut, kelas dari YukNgaji. Ada yang namanya NgeFast, KISI (Kelas Intensif Studi Islam), YES (YukNgaji Executive Class), KEY (Kelas Eksekutif YukNgaji) dan X-School (kelas khusus belajar Islam buat para K-Wavers. Buat tau lebih lengkapnya cek di IG yaa! Seruuuu banget!


  1. Cari circle yang bisa support

Sirkel pertemanan itu ngaruh banget gaes, asli. Rasulullah Muhammad pun berpesan ke kita buat mencari sirkel yang baik. Karena teman itu bisa memberi pengaruh ke kita. Entah itu pengaruh positif atau negatif.


Kalo kalian ingin jadi kebih baik, terus merasa sirkel kalian belum bisa support itu, coba deh cari sirkel baru. Karena, dalam tahap awal kita berubah perlu banget mereja yang bisa holding our hands, remind kalo kita mau melakukan hal nggak baik, dan bisa kasih booster di saat down.


  1. Do and share kindness

Yap. salah satu cara agar pengetahuan yang kita dapat bisa berubah jadi ilmu yang bermanfaat adalah dengan diamalkan, dilakukan. Sayang dong gaes kalo kita udah tau tapi nggak diamalkan. Buat apa kita belajar wkwk harus bisa aplikatif.


Nah, biar kita nggak sendirian, kita juga bisa ajak teman-teman kita melakukan hal baik yang sama. Selain dapat teman, ini juga bisa jadi investasi pahala nantinya. Yay, alhamdulillah!


  1. Do the best and let Allah do the rest

Banyak yang bilang kalo hijrah itu gampang, tapi istiqomah itu susah. Dan yaa.. Ini bener banget. Hati manusia itu mudah berubah gaes. Mungkin di awal kita semangat banget karena iman lagi up. Tapi, bisa aja beberapa waktu kemudian iman kita down.


So, hal ini harus selalu diingat. Doa ke Allah, minta buat selalu diberi istiqomah, keep on the track di jalan Allah untuk selalu melakukan kebaikan. Last but not least, serahin semuanya ke Allah, alias tawakal. Biarkan Allah yang menuntun kita dan menunjukkan jalan.


Panjang juga yaa ternyata wkwk. Tapi gue senang banget bisa sharing. ‘Cause i was there~ saat-saat kayak gini senang banget kalo ada yang ngajak. Kalo dulu gue nyari ke sana-sini sendiri wkwk. Allahamdulillah Allah Maha Baik!


Jadi, gimana menurut kalian gaes? Mau hijrah atau lagi hijrah? Fase mana nih yang udah kalian lewati dan terasa sulit? Sharing yuk!



 Cara Menemukan Kebahagian Sejati (True Happiness)

Cara Menemukan Kebahagian Sejati (True Happiness)


Belakangan ini, ada banyak seminar, kajian dan buku-buku yang membahas soal kebahagiaan sejati, Finding True Happiness gitu misalnya.


Banyak dari kita juga yang menganggap kebahagiaan itu kalau punya karir bagus, kerjaan mapan, famous, banyak uang, punya relationship goals, pasangan idaman, travelling ke luar negeri, makan makanan enak, dll. 


Banyak yang akhirnya menghabiskan waktu, tenaga, pikiran cuma buat mengejar kebahagiaan dunia yang semu. Kebahagiaan yang sifatnya sementara. Ini nih yang bikin kebahagiaan yang kita sebutkan tadi jadi nggak worth.


Alasannya? Simpel aja, karena kita semua akan ninggalin dunia. Ketika kita mati, maka semua hal yang udah kita korbankan, kebahagiaan yang udah kita usahakan dengan susah payah  akhirnya jadi nggak ada artinya, karena nggak bisa kita nikmati lagi gaes.


Sedih banget nggak sih?

Jatah hidup kita dihabiskan untuk mengejar sesuatu bahkan nggak bisa kita nikmati setelah mati. Sayang banget, asli deh. Padahal, kita tau setelah mati masih ada kehidupan lagi. Malah, kehidupan yang ini sifatnya abadi. Eternal life.


Tapi, tenang gaes. Ada satu kebahagiaan yang bisa melampui kebahagiaan sementara tadi. Satu hal yang nggak bisa kita bayangkan, belum pernah kita dengan sebelumnya dan kenikmatannya nggak ada habisnya.


Apa itu? Yap, surga. The True Happiness. Ini nih kebahagiaan yang harusnya kita cari.

Nah, sesuatu yang priceless kayak Surga nggak didapat dengan cara sembarangan. Ini cuma bisa berhasil kalo kita hanya do what Allah like and don’t do what Allah dislike.


Emang apa sih yang Allah suka dan nggak suka? Yok, cari tau sama-sama dengan belajar Islam Islam.



 Cara Mudah Memahami Ilmu Agama Islam

Cara Mudah Memahami Ilmu Agama Islam



Haaii gaesss! 😀

Kangen juga udah lama nggak nulis di sini. Terakhir update Juni 2019 wkwk. Iyaa, setelah itu 2020 gue mulai beralih fokus bikin konten di Instagram. Yaa, kalo kalian mau mampir buat intip-intip kontennya, bisa banget ke @susiambrwt 😆


Naah, selain sharing di instagram, gue juga pengen konten ini bisa dinikmati teman-teman yang surfing di search engine (😂 bahasa gue). Pas banget nih, konten kali ini masih ada hubungannya sama post terakhir. Okee, tanpa basa-basi yang lebih panjang lagi, here we go!


Penyebab Susah Paham


Gaes, kalo kita lagi belajar ilmu agama nih, terus kok kayaknya ilmu itu susaaaaah banget diterima. Nggak masuk ke otak, sulit, nggak paham-paham. Padahal, lihat teman yang lain kok kayaknya gampang gitu. Pernah nggak mengalami hal ini?


Nah, bisa jadi penyebabnya karena kita melakukan maksiat gaes. Entah maksiat kepada Allah (nggak sholat dll), ke diri sendiri (suka bohong dll), atau pun ke orang lain (ingkar janji, gosip, dll). Kadang, dosa dari maksiat bisa jadi penghalang kita untuk mudah paham ilmu agama.


Ibarat Sungai


Ibarat sungai normal yang airnya bisa mengalir lancar, tapi karena ada sampah yang dibuang di sungai, alirannya jadi macet deh. Mandeg, nggak bergerak. 


Daan, nggak cuma itu. Air sungai yang tadinya jernih bisa jadi keruh karena ada sampah. Bener kan? Ini hal yang kita semua tau pastinya.


Parahnya, waktu hujan turun, sungai ini nggak bisa nampung air. Harusnya, sungai itu bisa menampung dan mengalirkan air. Lha, itu karena tersumbat sampah, air nggak bisa ditampung, malah meleber ke mana-mana. Efeknya? Banjir.


Solusi


So, gimana solusinya?

Nah, sebelum mulai belajar lagi, yuk kita coba bareng-bareng untuk:


  1. Perbanyak istighfar

The power of istighfar emang nggak perlu diragukan lagi gaes. Selain bisa membersihkan diri dari dosa, juga bisa melembutkan hati kita.


  1. Perbanyak membaca Al-Qur’an

Al-Qur’an itu kan KalamuLlah ya, sumber cahaya. sedangkan , hati yang banyak dosa pasti nggak terang, alias gelap. Dengan kita membiasakan diri untuk memenuhi hati kita dengan cahaya, in syaa Allah kegelapan itu lama-lama akan pergi. Uwu~


  1. Back to Allah

Kayak kita abis buat salah sama orang tua atau sama teman kita, kan kita pasti minta maaf ya gaes. Mestinya sama Allah juga gitu dong. Kalo kita pernah melakukan maksiat, maka kita harus minta maaf. Mohon ampun, taubat, back to Allah.


  1. Berdoa

Yes, last but not least. Berdoa untuk dimudahkan paham ilmu agama. Karenaaa.. Ilmu itu datangnya dari Allah. Allah lah Sang Pemilik Ilmu. sekeras apapun kita berusaha, tetap harus dapetin ridho Allah dulu.


Okee, sekarang kita udah tau Cara Mudah Memahami Ilmu Agama. Semoga bisa membantu yaa gaes. Semangaaat! 👋😎



Serunya Belajar Islam di YukNgaji

Serunya Belajar Islam di YukNgaji



Squad Yuk Ngaji Bekasi Batch 3

Assalamu’alaykum gaesss 😁
Gimana kabarnya? Semoga kalian selalu sehat dan bersemangat dalam kebaikan!✨ aamiin.

Keinginan buat ngelanjutin postingan kemarin sebenernya udah dari lama. Tapi yaa gituu, banyak excuse jadinya nggak dikerjain, ehe 🤭. Oiya, pastikan kalian udah baca pengalaman hijrah gue di sini biar feel nya dapet buat ngelanjutin cerita ini.

Masih kurang!
Sejak rasa sesal karena keterbatasan ilmu yang akhirnya bikin gue su'udzon ke saudara sendiri (baca: muslim), wah fix ini mah berarti gue harus cari ilmu! Ikut ta'lim kali ya? Atau ikut kajian? Tapi di mana?

Ada tuh ta'lim yang gue suka banget, pembawaan materinya asik, ga berat, diksinya oke, nyambung banget lah pokoknya sama anak muda. Tapi mah jauh banget di Bandung. Masa iya kalo datang kajian gue harus ke Bandung dulu? Sempat sih kepikiran kayak gitu wkwk. Atau cuma kajian online aja? Ah gak puas! Gue masih punya banyak pertanyaan. Terus nanti gue mau nanya siapa coba kalo online?

Dulu kan gue masih kuper (kurang pergaulan) ya pas awal-awal hijrah. Belum punya teman bisa nunjukin harus ke sini, ke sana, begini, begitu. Tapi, gue nggak putus semangat dong! Gue teteup nyari. Pasti ada!

Benar deh tuh, gue dapat beberapa jadwal kajian offline di tempat yang berbeda. Ada di pasar minggu, sudirman, Istiqlal dah pokoknya mah buanyaaak. Udah datang kajian, tapi tuh gue ngerasa masih belom puas.

"Kalo cuma begini mah pertanyaan gue belum terjawab". Memang sih, gue pergi ke kajian sama teman-teman. Cuma.. apa ya.. kayak habis kajian selesai, yaudah langsung pulang ke rumah masing-masing. Kalo besok ada kajian lagi yaa tinggal datang aja, dengerin, terus pulang.

Mungkin kalo orang lain ngerasa "ah namanya kajian ya begini inilah". Nggak, tapi gue nggak mau begitu. Gue pengen kajian yang continue, yang runtut, terus bisa diskusi gitu tanya jawab atau apa deh.

Karena emang kadang gue ngerasa hampa, ngerasa bingung, tapi nggak tau apa yang hilang dan nggak tau juga apa yang bikin bingung. Nah lho?! Aneh kan.... ya tapi gue kekeuh pengen rasa hampa dan bingung ini hilang.

Kadang gue mikir, ya seenggaknya suka terlintas gitu deh di benak. "Gue sebagai manusia kan diciptakan ya, iya sih diciptakan sama Allah itu gue tau kan ada di buku agama. Kita tercipta dari tanah kan ya? Eh bukan, itu mah Nabi Adam. Oke pokoknya gue diciptakan sama Allah".

Terus nanti kan kalau udah meninggal nih kita bakal mempertanggungjawabkan perbuatan kita selama di dunia. Makanya Allah ciptakan surga dan neraka. Ini sih gue juga tau dari buku agama. Berarti kalau mau masuk surga ya tinggal ibadah aja sebanyak-banyaknya, berbuat yang baik-baik, selesai deh.

"Eh tunggu, apa iya ya tujuan gue diciptakan cuma buat itu? Apa nggak ada yang lain?", gitu pikir gue. Masih banyak pertanyaan dari pikiran gue, tapi gue nggak berani nanya. Takutnya, kalo gue nanya terlalu jauh terus ntar gue jadi murtad gimana?? Kan dosa juga. Yaudah, akhirnya itu pertanyaan cuma jadi single koleksi tanpa ada couple-nya (jawaban).

Gue dan Yuk Ngaji
Oiyaa semenjak hijrah gue jadi lebih banyak follow akunnya para ustadz, akun dakwah, gitu-gitu wkwk. Terus secara nggak sengaja, gue menemukan postingan instagramnya Ustadz Felix Siauw tentang Yuk Ngaji.

Wah! apaan nih? Tempat ngaji (membaca Al-Qur'an) rame-rame?? Karena penasaran, akhirnya gue kepoin instagramnya @yukngajiID dan ternyata bukan seperti yang gue kira wkwk.

This is the coolest place to study Islam than I've ever been! Weeeeew. Dari beberapa postingannya gue bisa melihat kalau komunitas ini adalah tempat belajar islam mulai dari dasarnya. Terus Ada juga beberapa video waktu mereka ngaji tuh diselingi games, atau outing ke hutan, pantai. Ah, seru banget ngelihatnya! Apalagi mayoritas pesertanya anak muda! Waaah.

Yuk Ngaji benar-benar mematahkan persepsi gue bahwa tempat kajian itu eksklusif dan harus banget pake hijab panjang sampai kayak mukena. Soalnya, selama pencarian gue, di beberapa tempat ada yang gitu. Nah.. apalah gue kalau dibandingin dengan mereka yang saat itu posisinya gue baru hijrah, baru belajar pakai rok dah gitu mah.

Oke, balik lagi ke cerita Yuk Ngaji. Melihat keseruan mereka dalam mengkaji Islam bikin gue mau ikutan gabung, bikin gue mau belajar bareng. Alhamdulillah nya, Yuk Ngaji udah tersebar di berbagai wilayah se-Indonesia, walaupun kebanyakan masih di kota-kota besar sih.

Langsung gue cari Yuk Ngaji Jakarta Timur, ada tapi nggak aktif. Jakarta Utara sama Pusat juga. Pilihan terdekat ada di Yuk Ngaji Bekasi. Sebenarnya nggak dekat-dekat banget sih, tapi demi ilmu agama nggak apalah~ in syaa Allah dihitung pahala (aamiin). Abisnya udah kepengen banget banget banget belajar. Mending berkorban tenaga dan duit daripada gue bodoh selamanya. Ya nggak?

Ternyata (kayaknya kalo dibaca, postingan kali ini gue banyak banget pake kata "ternyata" ya? Wkwk habis, banyak fakta yang bikin tercengang sih! Wkwk), di Yuk Ngaji ada program yang namanya KISI alias Kelas Intensif Studi Islam. Jadi KISI ini semacam kelas singkat gitu deh yang materinya tentang Akidah, Syariat dan Dakwah. Bahasan dasar secara komprehensif!

Daaaaan... benar aja dong
Baru aja ya mulai belajar, batin gue udah teriak "gilss ini materinya keren banget! Gue nggak nyangka kalo Islam tuh sekeren ini! Baru kali ini gue ngaji tapi dipaksa mikir!" Iya, emang bener sih kalo ngaji di sini disuruh mikir. Memaksimalkan fungsi otak dan akal yg udah Allah kasih wkwk.

Kan kalo di Yuk Ngaji itu sistemnya kayak 1 batch/angkatan materinya dijelasin dalam beberapa episode ya. Habis selesaiin 1 episode dan mau lanjut ke episode berikutnya tuh rasanya.. kayak ada asap di kepala, otak roaming, kepala pusing. Kalo ditanya ustadznya "ada yg bingung ga? Mungkin ada yg mau ditanyain?" Iya! Bingung tapi ga tau bingungin apa. Mau nanya, tapi belom tau nanyain apa. Walhasil, setelah mikir di rumah niatnya next episode mau ditanyain. Ehh tapi malah udah kejawab hahaha.

Pas lagi belajar, gue banyak merasakan "ooh gitu - moment", "wah ternyata - moment" dan yg paling sering sih speechless moment. Keliatan banget kan gak taunya ahaha.

Buanyaaak banget hal yg nggak akan cukup kalo cuma dibahas lewat video 30 menit bahkan 2 jam. Ini sih yg ngebedain kajian online dan offline. Kalo offline kita jd punya temen punya sharing, temen sefrekuensi. Dan, gue rasa kalo kalian mau ikut kajian offline sebisa mungkin yg intensif, contohnya @yukngajiID

Di sini tuh gue ngerasa dapet pengetahuan kalo Islam itu bener-bener agama yg paripurna. Lengkap dari segala sisi. Istilahnya mah bukan kaleng-kaleng, euy.

Di Yuk Ngaji tuh benar-benar kita belajar dari dasar banget materinya. Mulai dari Finding God, The Way to Belief, Life is choice dan baru ke materi yang berat kayak syari'at gitu.

Tapi, menurut gue ini malah keren banget. Sesuatu yang belum pernah gue tau dan gue temui sebelumnya. Di situ mindset gue benar-benar berubah. Gue jadi punya perspektif baru. Cara pandang yang baru untuk menjalani hidup. Maa syaa Allah!

Dah, kalo kalian udah sekali nemuin tempat belajar yg enak dan tempat mengkaji yang asik, dijamin kalian bakal haus untuk terus-menerus belajar. Memasok ilmu sebanyak-banyaknya soal Islam. Dan akhirnya kalian akan bangga dengan keIslaman kalian, gaes
😊

Yap, kurang lebih itu cerita yang bisa gue share ke kalian yaa gaes. Pepatah tak kenal maka tak sayang ternyata beneran lho! Makanya, #YukNgaji Islam biar kamu bisa sayang sama Islam!


Wassalamu'alaykum gaesss 
😁

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik